Medali Perak Nasional 2016

  • PDF

HASIL riset dua siswa SMP 2 Demak, Muh Labib Qotrun Niam (14) dan Achmad Nabil Muzaki (13), berbuah prestasi. Keduanya meraih medali perak pada Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) di Jakarta, baru-baru ini. Labib dan Nabil meneliti tentang ”Pohon Kekerabatan Cephalopoda”. Cephalopoda merupakan predator laut yang menangkap mangsa dengan tentakelnya, seperti gurita, cumi-cumi dan sotong. Kedua siswa kelas VIII ini melihat potensi pesisir Demak begitu besar, termasuk keberadaan cephalopoda hasil tangkapan nelayan.

Didampingi guru pembimbing, Eka Purjiyanta, keduanya melakukan penelitian di tempat pelelangan ikan (TPI) Desa Buko, Kecamatan Wedung. ”TPI ini terbesar di Demak. Jenis tangkapan nelayan terutama cephalopoda ternyata sangat beragam,” ujar Labib, yang kedua orang tuanya adalah guru SMA 1 Dempet. Kedua siswa ini mengidentifikasi jenis cephalopoda sesuai referensi standar internasional. Hasilnya, cephalopoda hasil tangkapan nelayan di perairan Demak terklasifikasikan ke dalam sedikitnya 15 spesies dan empat ordo. Eka mengatakan, masih banyak spesies cephalopoda yang belum teridentifikasi sehingga nantinya akan dijadikan penelitian lanjutan.

Meski begitu, hasil penelitian dua siswa bimbingannya tersebut mampu mengidentifikasi jenis cephalopoda langka. ”Di perairan Demak ternyata ada cephalopoda langka yakni dari Macrotritopus defilippi. Gurita berlengan panjang ini tidak bisa dikonsumsi, karena mengandung toksid atau racun,” papar Labib.

Nabil menambahkan, cephalopoda yang mengandung toksid tidak hanya Macrotritopus defilippi tapi ada Octopus vulgaris dan Cistopus indian. Pengetahuan ini tentunya sangat berguna bagi masyarakat luas, tak terkecuali para siswa. Karena itu, belasan jenis cephalopoda yang berhasil diidentifikasi tersebut diawetkan dengan menggunakan bahan poliester resin. Cephalopoda yang telah diawetkan ini dapat menjadi sarana pembelajaran guru di kelas.

Ajang Ilmiah

Bahkan para juri LPSN di Jakarta dibuat takjub dengan model penelitian yang dilakukan Nabil dan Labib. Menurut Eka, para juri menilai penelitian yang dilakukan kedua siswa itu sudah seperti mahasiswa. ”Tidak semua anak SMP yang tertarik meneliti tentang keanekaragaman makhluk hidup. Tapi dua siswa ini melakukannya,” imbuh Eka menirukan komentar juri LPSN.

Sementara itu, Kepala SMP 2 Demak, Setyobudi mengaku bangga atas pecapaian prestasi para siswanya yang rutin meraih medali dalam kegiatan bergengsi tahunan tersebut. LPSN merupakan ajang ilmiah yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sebelumnya bernama Lomba Pekan Ilmiah Remaja (LPIR).