Pengalaman Inspiratif di Jakarta

  • PDF

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Perkenalkan namaku Achmad Choirul Huda. Aku salah satu siswa di SMP Negeri 2 Demak. Saat ini aku duduk di kelas IX-J. Aku merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Aku tinggal bersama kedua orang tuaku di Perumahan Bumi Wonosalam Asri Jogoloyo. Dalam artikel ingin berbagi pengalamanku saat menjadi ketua OSIS SMP Negeri 2 Demak. Beberapa waktu lalu di bulan November 2015, aku mendapat undangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengikuti kegiatan KKP (Kawah Kepemimpinan Pelajar) tingkat nasional di Jakarta dan Depok.

Sebelum mengikuti KKP tingkat Nasional ini, setiap peserta harus mengikuti seleksi kabupaten hingga terpilih 8 orang terbaik. Lalu pada 8 s.d. 11 Juni 2015 aku mengikuti seleksi tk. Povinsi yaitu LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) Prov. Jawa Tengah di Hotel Lor In Solo. Dari 287 total jumlah peserta hanya dicari 35 orang sebagai kontingen Jawa Tengah mengikuti KKP tk. Nasional dan Alhamdulillah akhirnya aku terpilih menjadi perwakilan Kab. Demak dan Prov. Jawa Tengah untuk mengikuti KKP tk. Nasional 2015.

Setelah menunggu hingga hampir 5 bulan, akhirnya datang surat undangan mengikuti KKP 2015. Pada Senin sore, 16 November 2015 aku diantar menuju Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk berangkat bersama-sama ke Jakarta bersama 34 teman-teman lainnya yang datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Berbagai barang sudah kubawa, mulai seragam, laptop, hingga pakaian adat. Sampai di sana, aku langsung berbaur dengan kawan baruku. Kami di lepas oleh Bapak Dinas Pendidikan Jawa Tengah sekitar jam 19.30 WIB setelah sholat Isya dan langsung berangkat menuju Jakarta menggunakan bus. Selama perjalanan aku hanya tidur saja hingga sampai Jakarta.

Aku terbangun sekitar pukul 4 pagi pada Hari Selasa, 17 November 2015. Aku lihat jendela bis, ternyata telah sampai di daerah Jakarta Timur. Sekitar jam 6 aku sudah sampai di Balai Pelatihan Kemendikbud Sawangan Depok. Walaupun bukan hotel, tapi fasilitasnya tidak kalah dengan Hotel bintang 4. Secepat mungkin aku menarik koper dan menuju lobi. Kontingen Jawa Tengah merupakan kontingen pertama yang tiba dan pembukaan baru dilakukan pada malam hari. Kami langsung melakukan pembagian kamar, aku satu kamar dengan temanku yang bernama Lana dari Purworejo, Rio dari Rembang, dan Tumbun dari Pekalongan. Sampai di kamar aku segera melanjutkan tidurku.

 

Hari pertama 17 November 2015, aku bangun tepat saat adzan dzuhur berkumandang. Aku segera sholat dan makan siang. Ternyata teman-teman dari provinsi lain telah tiba. Pertama kali aku berkenalan dengan teman dari Sulawesi Selatan. Di sekitar kamar, ternyata ada kawan baru dari Maluku Utara. Kami segera berkenalan dan tidak kami duga begitu cepat sekali akrab padahal baru pertama kali bertemu. Tak lama, aku langsung mandi dan mengikuti acara pembukaan. Sepanjang lorong dan jalan menuju aula Pancasila, kami menyanyikan yel-yel dari Jawa Tengah. Tak lupa menyapa kawan baru kami dari Seluruh Indonesia. Acara pembukaan berlangsung sangat seru. Selama acara, kami didampingi kakak pendamping yang akan bertanggung jawab atas kegiatan kami selama seminggu di sini. Mereka di panggil kakak Fasil. Di sana aku sangat bangga sekali karena dapat berkumpul dengan 514 ketua OSIS dari seluruh Indonesia. Malam itu, kami berkumpul dan dibagi dalam 34 kelompok. Aku masuk dalam kelompok 11 Ikan Julung. Di kelompokku, terdapat 15 kawan baru yang aku kenal yaitu dari Aceh hingga Papua semua ada. Kami didampingi oleh kakak Fasil yang bernama Kak Dhanur. Ia merupakan salah satu anggota FIM (Forum Indonesia Mengajar) dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Ia akan melanjutkan pendidikan S3 nya di Selandia Baru. Di kelompok itu, kami segera berkenalan dan membuat susunan pengurus kelompok. Jam 24.00 WIB, acara malam itu selesai. Kami diwajibkan bangun pukul 3 pagi karena jam 4 pagi akan melakukan perjalanan menuju Istana Presiden.

Hari Kedua, 18 November 2015. Jam 04.oo WIB aku bersama 514 kawan baruku telah bersiap di lobi untuk melakukan persiapan menuju Istana Negara. Kami berjalan serempak menaiki bis yang sudah ditentukan menurut kelompok masing-masing. Aku duduk bersama teman baruku bernama Meryon dari Kalimantan Tengah. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam menembus kemacetan ibukota. Sekitar pukul 07.30 kami telah tiba di Halaman Sekretariat Negara dan berkumpul untuk melakukan pemeriksaan sebelum masuk ke Istana Negara. Istana Presiden ternyata sangat indah dan tempatnya begitu luas. Aku segera berbaris dan menunggu upacara bersama Presiden Joko Widodo dan para menterinya. Setelah beberapa lama akhirnya Pak Presiden keluar bersama Pak Anies Baswedan. Setelah mengutarakan pidato singkat, Pak Presiden beserta menteri menyalami semua peserta yang hadir. Beruntungnya aku karena dapat bersalaman langsung dengan orang nomor satu di Indonesia dan berfoto bersama Pak Presiden. Setelah selesai kami diajak makan snack bersama Pak Presiden di halaman belakang dan melakukan ramah tamah. Sekitar jam 11.00 acara selesai dan kami segera menuju Gedung Kemendikbud di Senayan. Sebelum ke Gedung Kemendikbud, aku beserta rombongan lainnya makan siang di sekitaran GBK (Gelora Bung Karno). Setelah itu, kami berjalan bersama menuju kompleks Kemendikbud. Aku masuk ke gedung Ki Hajar Dewantara dan segera duduk di kursi yang disediakan. Di sana akan dilakukan ramah tamah bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Pak Anies Baswedan. Pada kesempatan kali ini Pak Anies memberikan motivasi kepada kita sebagai generasi muda calon pemimpin masa depan. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pesan dari Pak Anies yang paling kuingat adalah saat “Kita harus berani menciptakan masalah lalu mampu menciptakan solusinya”. Kami juga mendapat PR untuk membuat CV atau daftar riwayat hidup diri kita pada 30 tahun mendatang. Setelah acara selesai kami kembali ke Sawangan Depok dan langsung melaksanakan ishoma serta mempersiapkan segala hal karena pada malam itu juga akan ada kegiatan Tes Potensi dan Kemampuan. Pada kegiatan malam itu kami dihadapkan dengan 100 soal untuk menguji dan mencari potensi diri kita. Acara pada malam itu selesai sekitar pukul 22.000 WIB. Sebelum tidur, Kakak Fasil ku memberikan tugas kepada kami semua untuk menulis karya cerpen mengenai KKP yang kulaksanakan.

Hari ketiga, 19 November 2015. Pukul 06.00 WIB aku telah bersiap di kamar mengenakan satu stel pakaian adat Jawa lengkap. Acara pertama adalah kegiatan membaca buku non mapel dan kuis ketelitian. Setelah acara tersebut selesai dilanjutkan dengan kegiatan kekompakan antar kelompok yaitu membuat menara dari sedotan setinggi mungkin. Sekitar pukul 12.00 WIB acara sesi 1 selesai dan dilanjutkan dengan Ishoma. Pukul 13.00 WIB dilanjutkan acara sesi 2 yaitu pembelajaran Kewirausahaan dan Smart Planning. Sesi ini merupakan sesi favoritku karena aku berhasil menjawab satu pernyataan dari narasumber dimana pertanyaan itu hanya dapat dijawab olehku. Selain itu, pada sesi ini aku dan kelompokku mendapat tugas membuat suatu program yang bisa dilaksanakan di sekolah dengan metode Smart Planning. Waktu itu, aku membuat program GAK atau Gerakan Anti Kepal dimana kegiatan ini bertujuan untuk menghilangkan segala bentuk kekerasan dan senioritas di sekolah. Programku ini dilaksanakan melalui media internet, website, medsos, mading, serta tutor sebaya. Ternyata programku ini mendapat respon dan apresiasi yang sangat bagus dari kawan-kawanku dan pembimbingku. Aku juga mendapat saran kawan-kawan baruku sehingga dapat menambah pengetahuanku. Acara ini berlangsung hingga menjelang maghrib. Setelah ishoma, sekitar pukul 19.00 WIB aku kembali berkumpul di aula untuk mengikuti pembelajaran sesi malam dengan narasumber seorang motivator, stand up comedian, dan presenter yang sangat terkenal yaitu Kakak Panji Pragiwaksono. Ia memberikanku semangat untuk selalu berkarya kepada negeri kita. Jangan pernah putus asa dalam meraih mimpi. Acara ini diakhiri dengan foto bersama Kakak Panji. Lalu dilanjutkan dengan musyawarah per zona untuk melaksanakan kegiatan api ekspresi. Kelompokku masuk di zona 2. Zona 2 mendapat tema Pahlawan dari Jawa. Jadi kami mengambil cerita dari Pangeran Diponegoro. Aku mendapat bagian sebagai seorang penari yang sedang bermain dengan Pangeran Diponegoro di awal pertunjukan. Dari grup penari yang terdapat sekitar 8 orang, sebagian besar merupakan kawan-kawanku dari Sumatera dan Papua, sehingga aku harus mengajarkan mereka beberapa gerakan dasar menari Jawa dari nol. Sekitar jam 11 acara hari itu sudah selesai. Aku pun segera menuju ke kamar dan segera mengerjakan tugas membuat CV dan harapan pada 2045, membuat cerpen mengenai KKP 2015, dan deskripsi diri sendiri hingga larut malam sekitar pukul 1 dini hari.

Hari keempat, 20 November 2015. Jam 4 pagi aku sudah bangun, sholat subuh dan memakai baju olahraga untuk melaksanakan senam. Setelah selesai senam, aku mandi dan memakai kemeja untuk mengikuti sesi pagi pada kegiatan hari ini. Acara pertama masih dimulai dengan 30 menit kegiatan membaca buku fiksi. Dilanjutkan dengan acara kewirausahaan lainnya yaitu tiap kelompok diharuskan membuat satu produk yang dapat dijual, lengkap dengan harga, kemasan, dan cara promosi hanya dalam 1 jam dengan metode Smart Planning. Aku dan kelompokku mendapat bahan berupa botol bekas, koran, dan sedotan. Dengan kreativitas benda-benda itu langsung disulap menjadi gorden dan kap lampu hias. Produk ini rencananya dijual melalui online shop dan dipromosikan melalui media sosial. Aku dan temanku Dion mendapat tugas untuk mempresentasikan hasil kerja kami dan ternyata hal itu mendapat tanggapan baik dari teman-temanku. Bahkan mereka memberikan ucapan selamat dalam bentuk tulisan. Acara pun selesai pada pukul 11.00 WIB. Aku segera melaksanakan sholat Jum’at. Acara dimulai lagi jam 13.00. Kali ini adalah kegiatan Outbondnya yang dipandu oleh kakak pramuka dari Kwarcab Jakarta Pusat. Acara terpaksa harus berhenti di tengah jalan karena hujan deras tiba-tiba mengguyur. Kegiatan dilanjutkan dengan pemilihan ketua KKP angkatan pertama. Setelah musyawarah dan voting, terpilihlah temanku Dion dari Papua sebagai ketua KKP 2015 angkatan pertama dan Arriq yang satu kontingen denganku dari Kota Semarang, Jawa Tengah sebagai Wakil Ketua KKP 2015. Sore harinya digunakan untuk latihan Api Ekspresi karena malam hari nanti akan ditampilkan sekaligus menjadi penutupan dari KKP (Kawah Kepemimpinan Pelajar) Tk. Nasional 2015. Aku sudah mempersiapkan segala kebutuhan dan properti yang mendukung penampilan. Aku sempat nervous karena harus tampil di awal pertunjukan. Alhamdulillah, tarianku berhasil dengan sukses dan mendapat applause dari juri dan penonton yang hadir. Penampilan Api Ekspresi dari Zona lain juga tak kalah bagusnya. Yang menarik perhatianku ketika Zona 3 bernyanyi lagu dengan lilin menyala serta menarikan tari kecak yang sangat Indah.

Setelah semua Zona mempertunjukkan Api Ekspresi mereka, acara KKP 2015 resmi ditutup. Semua peserta pada waktu itu bersedih, bahkan menangis. Begitu juga aku. Acara ditutup dengan foto bersama seluruh alumni KKP 2015 angkatan pertama dan pembagian buku yang berjudul “Surat Para Pemimpin Bangsa, Dari Indonesia Untuk Indonesia”. Acara selesai pukul 24.00 WIB Kabar buruknya, Kontingen Jawa Tengah harus pulang lebih awal. Itu berarti juga aku harus pulang lebih awal. Setelah acara penutupan selesai, kami satu kontingen segera menarik koper menuju bis yang akan membawa kami kembali ke Semarang. Kami harus check-out lebih awal daripada teman-teman yang lain. Kami mendapat bingkisan juga yaitu buku rangkuman seluruh materi selama KKP. Pada hari Sabtu, 21 November 2015 jam 01.00 WIB, aku meninggalkan Balai Pelatihan Kemendikbud Sawangan Depok dan kembali menuju Semarang. Hal yang paling mengharukan adalah saat sahabatku dari Papua memberikan salam terakhirnya padaku sebelum aku menaiki bis. Sepanjang perjalanan, aku hanya tertidur lelap. Alhamdulillah, kami tiba ke Semarang pukul 10.00 WIB. Terima Kasih KKP 2015!!!

Demikian cerita dariku. Semoga dapat menginspirasi dan memotivasi banyak orang. Pesanku jangan takut untuk berorganisasi, jangan takut untuk membuat masalah, jangan takut untuk berkarya dan berprestasi karena semua itu akan membawa kita menuju kesuksesan dan keberhasilan. Seperti keberhasilan yang hendak kucapai pada CV ku di tahun 2045 sebagai Menteri Pendidikan pengganti Pak Anies Baswedan....

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 05 Januari 2016 08:09